Diamond - Rihanna

Senin, 28 Januari 2013

Stimulus - Respons

     Teori Stimulus - Respons ini pada dasarnya merupakan suatu prinsip belajar yang sederhana, dimana efek merupakan reaksi terhadap stimulus tertentu. Dengan demikian, seseorang dapat menjelaskan suatu kaitan erat antara pesan-pesan media dan reaksi audience.

     Prinsip Stimulus - Respons ini merupakan dasar teori jarum hipodermik, teori klasik mengenai proses terjadinya efek media massa yang sangat berpengaruh. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, teori jarum hipodermik memandang bahwa sebuah pemberitaan media massa diibaratkan sebagai obat yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah audience yang kemudian audience akan bereaksi seperti yang diharapkan. Dalam masyarakat massa, dimana prinsip stimulus - respons mengasumsikan bahwa pesan informasi dipersiapkan oleh mdia dan didistribusikan secara sistematis dan dalam skala yang luas. Sehingga secara serempak pesan tersebut dapat diterima oleh sejumlah besar individu, bukan ditunjukkan pada oeang perorang. Kemudian sejumlah besar individu itu akan merespons pesan informasi itu. Penggunaan teknologi telematika yang semakin luas dimaksudkan untuk reproduksi dan distribusi pesan informasi itu sehingga diharapkan dapat memaksimalkan jumlah penerima dan respons oleh audience, sekaligus meningkatkan respons oleh audience.

Pengertian Komunikasi Organisasi

     Organisasi adalah suatu kumpulanatau sistem individual yang berhierarki secara jenjang dan memiliki sistem pembagian tugas untuk mencapai tujuan tertentu.

     Devito (1997 : 337) , menjelaskan organisasi sebagai sebuah kelompok individu yang diorganisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Jumlah anggota organisasi bervariasi dari 3 atau 4 sampai ribuan anggota. Organisasi juga memiliki struktur formal maupun informal. Organisasi memiliki tujuan umum untuk meningkatkan pendapatan namun juga memiliki tujuan-tujuan spesifik yang dimiliki oleh orang-orang dalam oraganisasi itu. Dan untuk mencapai tujuan, organisasi membuat norma aturan yang dipatuhi oleh semua anggota organisasi.

     Dari batsan tersebut, maka suatu organisasi sebenernya memiliki karakter yang hampir sama dengan kelompok, perbedaannya adalah pada jumlah anggota yang lebih banyak dan struktur yang lebih rumit, dengan demikian juga, maka norma-norma organisasi juga lebih kompleks. Organisasi memiliki suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang sangat jelas, seperti pimpinan, staf pimpinan, dan karyawan. Masing masing orang dalam posisi tersebut memiliki tanggung jawab terhadap bidang pekerjaannya itu. Dengan demikian, komunikasi organisasi adalah komunikasi antarmanusia yang terjadi dalam konteks organisasi dimana terjadi jaringan-jaringan pesan satu sama lain yang saling bergantung satu sama lain.

Berpikir Kritis - Rasional

     Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir, karena itu berpikir adalah salah satu aktifitas batiniah manusia. Dengan akal budi yang dimiliki manusia, maka manusia dapat untuk berpikir. Proses berpikir adalah menghubungkan satu hal dengan hal lainnya, menggunakan objek berpikir dan menghubungkannya dengan objek lainnya, membuat tesis dan mengkajinya dengan antitesis kemuadian menghasilkan tesis, inilah yang dimaksud dengan proses berpikir kritis - rasional.

     Kemampuan berpikir semacam ini telah banyak mengahsilkan kebenaran walaupun kemudian belum tentu diakui segala produk ilmiah. Ada dua jalan yang harus ditempuh dalam menggunakan cara berpikir rasional untuk menemukan kebenaran atau pengetahuan. Cara-cara itu adalah berpikir analitis dan berpikir sintetis.

5 kualitas yang harus dimiliki oleh mereka yang berkarier di "jalur cepat"

1. Hasil : kunci paling penting untuk meraih kesuksesan adalah reputasi yang baik dalam memberikan hasil nyata, dan berorientasi tujuan. Majikan dan klien membayar untuk mendapatkan hasil, bukan sekedar kerja keras dan usaha.

2. Konseptualisasi : mereka yang berada dijalur cepat punya kemampuan untuk fokus pada kebutuhan klien atau atasan / pimpinan. Seorang pakar konseptualisasi adalah orang yang "cepat belajar" yang bisa menjadi pendengar yang baik sekaligus pembicara yang baik.

3. Hubungan manusia : orang dijalur cepat adalah team player yang menyeimbangkan antara tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. Orang ini juga tahu cara untuk menghadapi manajemen, termasuk ketika mereka tidak saling setuju dengan bos.

4. Gaya : bakat terpenting yang berkaitan dengan gaya (style) adalah sikap "aku bisa melakukannya". Bakat lainnya adalah daya saing yang konstruktif. Mereka yang berada dijalur cepat memanfaatkan rasa percaya dirinya untuk memberi kontribusi pada advokasi persuasif dan hubungan PR yang substantif.

5. Kualitas barang yang tak terdeskripsikan : kualitas ini sulit di deskripsikan, namun karisma, kehadiran, dan kemahiran akan memengaruhi cara manajer lain menilai orang-orang di bidang PR. Ikuti bos. Tetapi, tujuannya adalah untuk memudahkan tugas si bos. Ketahuilah apa yang di harapkan bos atas diri Anda.

6 steps Piramida Perencanaan Komunikasi

1. Identifikasi infrastruktur komunikasi
2. Menentukan goals
3. Trgaet kegiatan
4. Menentukan target audiens
5. Framming the issue
6. Message

Pedoman untuk bersiap menghadapi Krisis

1. Mengidentifikasi hal-hal yang mungkin keliru dan menjadi sangat menonjol ; menilai kerawangan di seluruh organisasi.

2. Menetapkan prioritas berdasarkan kerawanan yang paling urgen dan paling mungkin terjadi.

3. Menyusun pertanyaan, jawaban, dan resolusi untuk setiap skenario krisis potensial.

4. Memfokuskan pada 2 tugas penting - apa yang akan dilakukan dan apa yang akan dikatakan - selama masa-masa awal krisis setelah terjadinya sebuah krisis.

5. Menyusun strategi untuk membatasi dan bereaksi balik, bukan melakukan reaksi dan merespons.

Kesalahan umum dalam menangani Krisis

1. Ragu-ragu
    Yang menimbulkan  persepsi kebingungan, keruwetan, inkompetensi, atau kurangnya persiapan.

2. Mengaburkan Fakta
    Yang bisa menyebabkan ketidakjujuran dan ketidakpekaan.

3. Pembalasan
    Yang justru lebih meningkatkan ketegangan dan emosi ketimbang menguranginya.

4. Berbohong atau berdalih
    Yang menciptakan problem terbesar, karena kebohongan tidak bisa menggantikan kebenaran.

5. Sok menggurui
    Yang menyebabkan mudah terjebak dalam pendekatan yang congkak tanpa menyentuh isu yang sesungguhnya.

6. Konfrontasi
    Yang membuat orang lain punya kesempatan untuk terus menghidupkan isu, membentuk isu dan memberi lebih banyak isu untuk ditangani.

7. Litigasi
    Yang menjamin visibilitas yang lebih besar dan mungkin menghilangkan solusi yang masuk akal.